Home > Uncategorized > Be a “Murobbi”

Be a “Murobbi”

Be a “Murobbi”

Risalah islam merupakan risalah yang suci dan murni. Kehadirannya laksana cahaya yang mengalir di setiap ruang relung hati. Insan pilihan -rasulullah saw- membawa risalah ini untuk seluruh umat manusia dengan tujuan menjadi rahmatan lil’alamin. Namun seiring berjalannya waktu- dari zaman ke zaman- tantangan perubahan semakin berat nan banyak , dan kini musuh- musuh islam telah memiliki sistem yang cukup sulit ditembus. Menghadapi musuh haruslah dengan yang seimbang.senjata lawan senjata dan sistem harus dilawan dengan sistem pula.inilah pertempuran !

Dalam perjalanan dakwah dibutuhkan dai yang kokoh lagi konsisten, karena memang dakwatunnash ilallah bukanlah permainan belaka namun sebuah perjuangan yang membutuhkan pengorbanan baik harta maupun jiwa. Lemah dalam berkorban maka lemah dalam kualitas, sedangkan lemah dalam bergerak maka akan lemah dalam prestasi.Tidak pantas bagi seseorang yang telah mengaku dan mengikrarkan diri sebagai dai/daiyah untuk bersikap “mutungan” mudah mengeluh dan hanya menyalahkan keadaan.Seorang dai/ daiyah adalah umat terbaik pilihan Allah SWT yang dikeluarkan manusia untuk mengemban tugas- tugas kerasulan dalam menyampaikan risalah islam yang hanif.

Sungguh Ikhwah sekalian,

Kereta dakwah ini takkan menuai kemenangannya kecuali dipikul oleh dai/ daiyah yang ikhlas semata karena Allah.Oleh sebab itu bersemangatlah dalam berjihad fi sabilillah meluruskan niatan dalam berdakwah -seseorang akan mendapatkan apa yang menjadi niatnya- dan berharaplah agar amalan kita yang sedikit ini mendapatkan keberkahan dari sisi Dzat Yang Mahakuasa serta bisa menjadi tiket untuk melangkah masuk surga yang penuh kesenangan.

Wahai Ikhwah , kita punya manhaj yang bersih dan suci. bersih dari bid’ah dan khurafat serta suci dari kehendak nafsu pribadi. Yakinkanlah segumpal daging dalam dadamu bahwa risalah islam akan tetap relevan unutk segala zaman, segala kondisi dan perubahan, karena Allahlah yang berjanji untuk menjaganya. Meskipun berkumpul seluruh golongan jin dan manusia , niscaya tidak mampu melawan sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah azza wa jalla.

Setelah mengetahui bahwa manhaj dakwah kita bersih dan suci, maka sekarang yang menjadi pikiran setiap dai adalah langkah kongkret yang harus ditempuh agar manhaj ini sampai ke setiap jiwa manusia. Tarbiyah islam adalah hak setiap manusia baik muslim maupun yang belum muslim. Urusan mau menerima atau tidak, terserah pribadi masing- masing. Tidak ada paksaan dalam berislam.Lalu muncul pertanyaan, lewat apa risalah mulia ini bisa diterima setiap manusia ? tiada jawaban selain dengan menjadi murobbi .Ketahuilah, generasi saat ini akan berganti dengan generasi berikutnya.berganti dan terus berganti. Ini Keniscayaan ! Oleh sebab itu menjadi murobbi adalah keharusan, agar generasi penerus berikutnya menjadi dai/ daiyah yang “muntij”, minimal seperti generasi saat ini.

D an sungguh dholim jika seorang dai/ daiyah yang telah menerima sibghah islam tidak mau menularkan kesholihan yang dimiliki kepada orang lain. Imam syahid pernah berkata “seorang al- akh belum disebut al-akh yang baik kecuali dengan menjadi murobbi “.

Lets be a ” murobbi”. NOW OR NEVER !

Mas’ul Forlitas gen3

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.